Selasa, 05 Juni 2012
Sejarah Makanan/Masakan Rendang Minangkabau
Pencarian mengenai sejarah rendang,
yang sempat diklaim oleh malaysia, dimulai dengan pencarian melalui
mesin pencari google. Hal yang mengejutkan memang yang banyak mengulas
mengenai rendang dan sejarahnya adalah blog berbahasa melayu malaysia.
Saya makin tertantang untuk mencari sejarah rendang kebanggaan bangsa
Indonesia.
Sejarah dan Penemu Alat Penangkal Petir
Benjamin Franklin adalah
orang dengan banyak jenis pekerjaan dan keahlian. Ia adalah seorang
wartawan, penerbit, pengarang, filantrofis, abolisionis , pelayan
masyarakat (pejabat), ilmuwan, diplomat, dan penemu sekaligus! Franklin
juga adalah salah seorang pemimpin Revolusi Amerika, dan salah satu
penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Kata-katanya banyak yang
terkenal dan dikutip orang. Misalnya "waktu adalah uang" kemungkinan
besar berasal dari dirinya. Karena ia juga seorang penerbit dan pemilik
percetakan, banyak kata-katanya yang masih bisa dibaca orang hingga
sekarang karena ia juga banyak dan rajin menulis. Ia juga terkenal
dengan percobaanya mengenai listrik (penangkal petir). Dia adalah Kepala
Kantor Pos pertama di Amerika, pembuat "perpustakaan umum" pertama, dan
orang pertama yang mengorganisasikan barisan pemadam kebakaran kota.

Benjamin Franklin
lahir di Boston, Massachusetts, anak ke 15 dari 17 orang bersaudara.
Ayahnya bekerja sebagai pembuat sabun dan lilin. Dia belajar membaca
dalam usia yang sangat muda dan bersekolah di sekolah biasa selama satu
tahun dan belajar di bawah bimbingan guru pribadi selama satu tahun.
Franklin hanya bersekolah selama dua tahun itu. Pada umur 12 tahun,
Franklin bekerja di percetakan kakaknya. Ketika Ben (nama panggilan
Benjamin) berumur 15 tahun, Ben mencetak koran "New England Courant",
koran pertama yang yang independen dari kolonisasi Inggris.
Pada
usia 17 tahun, Franklin pergi ke Philadelphia, Pennsylvania untuk
mencari pengalaman baru di kota baru. Saat itu dia bekerja di sebuah
toko yang menjual mesin cetak. Setelah beberapa bulan, gubernur
Pennsylvania menganjurkan Benjamin agar membuka usaha percetakan surat
kabar di Pennsylvania dan berjanji akan membantu usaha percetakan
Benjamin. Gubernur menyarankan Benjamin untuk menuju ke London dan
membeli perlengkapan mesin cetak yang dibutuhkan. Tetapi setelah
Benjamin tiba di London, Benjamin sadar bahwa janji gubernur untuk
membantunya hanya kosong belaka, surat pengantar dari gubernur tidak
pernah dikirim ke London. Di London, Franklin dengan cepat bisa
menemukan pekerjaan. Tahun 1726 Franklin merasa bosan tinggal di London,
dan kebetulan saat itu seorang pedagang gandum menawarkan dia pekerjaan
di Philadelphia dengan komisi yang besar. Untuk itu Ben memutuskan
untuk pulang ke benua Amerika.
Benjamin Franklin dan
layang-layangPada tahun 1740, listrik adalah hal yang baru. Benjamin
Franklin dan teman-temannya mulai menyelidiki fenomena listrik itu.
Tahun 1750, Benjamin pertama kali yang menemukan prinsip dari aliran
listrik dan juga memberi tanda positif dan negatif untuk listrik. Dia
kemudian mempublikasikan percobaannya yang membuktikan bahwa petir
sebenarnya juga adalah listrik, dengan menerbangkan sebuah layang-layang
pada saat badai. Dalam tulisannya, Benjamin Franklin menulis bahwa dia
menyadari bahaya yang bisa ditimbulkan dari percobaannya dan menawarkan
alternatif lain yang membuktikan bahwa petir adalah listrik, yang
kemudian di tunjukkan dengan menggunakan konsep listrik ground. Tidak
seperti yang digambarkan orang bahwa percobaan Benjamin dilakukan dengan
cara menerbangkan layang-layang dan menunggu hingga layang-layang
tersebut disambar petir. Benjamin menggunakan layang-layangnya hanya
untuk mengumpulkan listrik dari awan badai.
Percobaan terhadap
listrik yang dilakukan oleh Benjamin, mengarahkan dia ke penemuannya,
yaitu penangkal petir. Dia menulis bahwa konduktor (penghantar listrik)
dengan ujung yang tajam memiliki kemampuan untuk menarik muatan listrik
dan memiliki jangkauan penarikan yang lebih jauh dibandingkan dengan
konduktor dengan ujung yang tumpul. Dia menyimpulkan bahwa pengetahuan
akan hal ini ini bisa digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya
tersambar petir, dengan memasang sebatang besi runcing seruncing jarum
dan diberi lapisan anti karat, yang diarahkan ke langit, dan pada kaki
besi, diikatkan dengan kabel yang menuju ke tanah. Penangkal petir ini
akan menarik muatan listrik yang ada pada awan menuju ke tanah sehingga
muatan yang ada pada awan tidak cukup untuk menimbulkan petir dan kilat.
Penemuan Benjamin seperti penangkal petir,
kacamata, dan lainnya tidak pernah dipatenkan olehnya. Dalam
biografinya, Benjamin menulis: " ..sama seperti saat kita menikmati
keuntungan dari penemuan orang lain, kita seharusnya gembira karena
mendapatkan kesempatan untuk memberikan pelayanan kepada orang lain
dengan penemuan-penemuan kita; untuk ini, kita harus memberikannya
dengan bebas dan sepenuh hati."
Untuk menghormati jasa Benjamin
Franklin di bidang kelistrikan, namanya diabadikan sebagai satuan fisika
franklin (Fr) atau statcoulomb (statC) atau electrostatic unit of
charge (esu) . Fr adalah satuan muatan listrik dalam
centimeter-gram-detik (cgs). Sistem SI seperti yang kita gunakan,
memakai satuan Coulomb.
Sumber:
http://www.ceritakecil.com/tokoh-ilmuwan-dan-penemu/Benjamin-Franklin-15
http://id.wikipedia.org/wiki/Benjamin_Franklin
Sejarah Awal Mula Berdiri Kota Jakarta
Sebagai sebuah kota yang berumur lebih dari 1 abad Jakarta
adalah sebuah tempat yang memiliki banyak liku sejarah. Berawal dari
sebuah bandar kecil dimuara Ciliwung 500 tahun lalu, sejarah Jakarta
banyak diketahui melalui prasasti-prasasti milik kerajaan besar seperti
Tarumanegara, Sriwijaya maupun K erajaan Sunda.
Kota pelabuhan
yang terletak di Teluk Jakarta di kawasan Sungai Ciliwung, dengan
pelabuhan Sunda Kelapa erat hubungannya sebagai sejarah asal usul Kota Jakarta, yang merupakan pusat perdagangan sangat penting sejak abad ke 12 hingga abad ke 16.

Sejak
tahun 1511 orang-orang Portugis sudah bercokol didaratan Malaka.
Perhatian orang-orang Portugis untuk berdagangan, mendapat sambutan baik
Raja Penjajaran yang menguasai Sunda Kelapa kala itu. Untuk mendapat
bantuan dalam menghadapi orang-orang islam yang pada waktu itu
pengikutnya sudah banyak di Banten dan di Cirebon. Pada waktu itu secara
bersamaan Demak sudah menjadi Pusat kekuasaan islam.
Kemudian di
adakan perjanjian kerja sama antara raja penjajaran dengan orang
Portugis tahun 1522. Dalam perjanjian itu dinyatakan bahwa orang-orang
Portugis di bolehkan mendirikan benteng di Sunda Kelapa. Sebuah tugu di
bangun di tepi sungai Ciliwung, menandai perjanjian itu.
Tetapi
perjanjian itu tidak dapat diterima oleh kerajaan islam di Demak. Yang
saat itu berada di puncak kejayaannya. Kemudian Sultan Demak mengirimkan
bala tentaranya di bawah pimpinan menantunya yang bernama Fatahillah.
Pasukan
Fatahillah berhasil menduduki Kota Pelabuhan Sunda Kelapa pada tahun
1527. Ketika armada Portugis datang, pasukan Fatahillah
menghancurkannya, sisa-sisa armada Portugis itu melarikan diri ke
Malaka. Kemudian kemenangan itu, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa
menjadi Jayakarta, yang artinya “Kemanangan Yang Berjaya”, menurut
perhitungan, hal itu terjadi pada tanggal 22 Juni 1527. Itulah sebabnya
hari tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Kota Jakarta.
Keragaman Penduduk
Terusan
Suez di buka tahun 1870 untuk mempersingkat pelajaran dari Eropa ke
Asia. Sejak saat itu banyak orang-orang Belanda datang ke Indonesia.
Mereka datang dengan membawa keluarganya dan membawa hasil-hasil
teknologi waktu itu antara lain mobil, sepeda motor dan kereta api, tren
kuda, angkutan umum yang sudah ada sejak tahun 1869.
Indonesia
pada waktu itu menjadi tujuan dari impian orang Belanda. Karena
beranggapan disinilah mereka bisa menjadi kaya, karena tanahnya yang
subur menghasilkan daun tembakau, teh, kopi, kelapa sawit, karet dan
bahan tambang untuk diangkut ke Eropa.
Para tenaga kerja yang
bisa dikerjakan mengolah kekayaan alam, pihak Belanda mengambil orang
pribumi yang semakin hari semakin miskin. Orang pribumi masih kurang
memadai oleh orang Belanda, sehingga di import orang-orang keeling
(India) di samping orang-orang cina, orang-orang keeling yang diimport
ini sama nasib dan deritanya orang-orang kuli kontrak. Untuk orang
keeling sejarah menampakkan semakin menyusut di tahun sejarah hingga
sekarang ini keturunannya hanya tinggal sedikit di Sumatera Timur.
Mereka tidak semantap orang cina yang bekerja di perkebunan.
Disamping
itu orang-orang Arab Saudi menjajahkan kakinya sejak abad ke 15.
Umumnya datang untuk berdagang. Keahlian orang Arab ini dimanfaatkan
oleh Kolonial Belanda. Orang-orang Arab sama kedudukannya dengan
orang-orang cina.
Referensi:
http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/02/28/sejarah-nama-kota-jakarta/
http://duniabaca.com/asal-usul-sejarah-kota-jakarta.html
Sejarah Awal Mula Berdiri Kota Palembang
Kota Palembang adalah salah
satu kota (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya) sekaligus
merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan. Palembang adalah kota
terbesar kedua di Sumatra setelah Medan.
Kota ini dahulu pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum
kemudian berpindah ke Jambi. Bukit Siguntang, di Palembang Barat, hingga
sekarang masih dikeramatkan banyak orang dan dianggap sebagai bekas
pusat kesucian di masa lalu.
Palembang
merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti
Kedukan Bukit (683 M) yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat
Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang
ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada
tanggal 16 Juni 683 Masehi (tanggal 5 bulan Ashada tahun 605 syaka).
Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.

Pada
saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang
sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini
dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber
baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota
Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air
(data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek
moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam
bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan;
sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar
yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu),
sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah
genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh
air.
Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang
menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana
transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau
dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak
strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu
mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu :
Pegunungan Bukit Barisan.
Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
Daerah pesisir timur laut.
Ketiga
kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat mementukan
dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor
setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah
terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong manusia setempat
menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan.
Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya,
yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di zaman klasik pada
wilayah Asia Tenggara. Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan
Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani
dikawasan Nusantara
1256976844.jpgSriwijaya, seperti juga
bentuk-bentuk pemerintahan di Asia Tenggara lainnya pada kurun waktu
itu, bentuknya dikenal sebagai Port-polity. Pengertian Port-polity
secara sederhana bermula sebagai sebuah pusat redistribusi, yang secara
perlahan-lahan mengambil alih sejumlah bentuk peningkatan kemajuan yang
terkandung di dalam spektrum luas. Pusat pertumbuhan dari sebuah Polity
adalah entreport yang menghasilkan tambahan bagi kekayaan dan
kontak-kontak kebudayaan. Hasil-hasil ini diperoleh oleh para pemimpin
setempat. (dalam istilah Sriwijaya sebutannya adalah datu), dengan hasil
ini merupakan basis untuk penggunaan kekuatan ekonomi dan penguasaan
politik di Asia Tenggara.
Ada tulisan menarik dari kronik Cina
Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau Ju-Kua pada abad ke 14, menceritakan
tentang Sriwijaya sebagai berikut :Negara ini terletak di Laut selatan,
menguasai lalu lintas perdagangan asing di Selat. Pada zaman dahulu
pelabuhannya menggunakan rantai besi untuk menahan bajak-bajak laut yang
bermaksud jahat. Jika ada perahu-perahu asing datang, rantai itu
diturunkan. Setelah keadaan aman kembali, rantai itu disingkirkan.
Perahu-perahu yang lewat tanpa singgah dipelabuhan dikepung oleh
perahu-perahu milik kerajaan dan diserang. Semua awak-awak perahu
tersebut berani mati. Itulah sebabnya maka negara itu menjadi pusat
pelayaran.
Tentunya banyak lagi cerita, legenda bahkan mitos
tentang Sriwijaya. Pelaut-pelaut Cina asing seperti Cina, Arab dan
Parsi, mencatat seluruh perisitiwa kapanpun kisah-kisah yang mereka
lihat dan dengan. Jika pelaut-pelaut Arab dan Parsi, menggambarkan
keadaan sungai Musi, dimana Palembang terletak, adalah bagaikan kota di
Tiggris. Kota Palembang digambarkan mereka adalah kota yang sangat
besar, dimana jika dimasuki kota tersebut, kokok ayam jantan tidak
berhenti bersahut-sahutan (dalam arti kokok sang ayam mengikuti
terbitnya matahari). Kisah-kisah perjalanan mereka penuh dengan
keajaiban 1001 malam. Pelaut-pelaut Cina mencatat lebih realistis
tentang kota Palembang, dimana mereka melihat bagaimana kehiduapan
penduduk kota yang hidup diatas rakit-rakit tanpa dipungut pajak.
Sedangkan bagi pemimpin hidup berumah ditanah kering diatas rumah yang
bertiang. Mereka mengeja nama Palembang sesuai dengan lidah dan aksara
mereka. Palembang disebut atau diucapkan mereka sebagai Po-lin-fong atau
Ku-kang (berarti pelabuhan lama).Setelah mengalami kejayaan diabad-abad
ke-7 dan 9, maka dikurun abad ke-12 Sriwijaya mengalami keruntuhan
secara perlahan-lahan. Keruntuhan Sriwijaya ini, baik karena persaingan
dengan kerajaan di Jawa, pertempuran dengan kerajaan Cola dari India dan
terakhir kejatuhan ini tak terelakkan setelah bangkitnya bangkitnya
kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam yang
tadinya merupakan bagian-bagian kecil dari kerajaan Sriwijaya,
berkembang menjadi kerajaan besar seperti yang ada di Aceh dan
Semenanjung Malaysia.
Sumber:
http://infokito.wordpress.com/2007/07/15/mengenal-kota-palembang/
Sejarah Adanya Olahraga-Permainan Rugby
Olahraga Rugby adalah permainan
dengan bola sebagai obyek utama untuk dibawa melewati garis gawang musuh
dan membantingnya ke tanah untuk memperoleh nilai. Mungkin terdengar
sederhana tapi ada satu yang perlu di tangkap. Untuk membawa bola ke
depan, bola harus dilempar ke belakang. Bola bisa ditendang ke depan,
tapi rekan satu tim dari penendang bola harus berada di belakang bola
saat bola ditendang.
Kontradiksi nyata ini menimbulkan kebutuhan
akan kerjasama tim yang kompak dan disiplin tinggi, bukan individual.
Hanya dengan bekerja secara tim maka para pemain bisa membawa bola ke
depan menuju ke arah garis gawang lawan untuk memenangkan pertandingan.

Rugby
merupakan olahraga dengan aspek yang unik, berbeda dengan olahraga
lainnya. Pemenang pertandingan Rugby adalah tim yang pemain-pemainnya
mampu membawa bola dan memanfaatkan lapangan dengan baik dengan
menghindari lawan serta menang pada penguasaan bola.
Sejarah
mencatat bahwa Pada tahun 1823, pada sebuah pertandingan sepakbola
sekolah di kota Rugby, lnggris, seorang anak laki-laki bernama William
Webb Ellis mengambil bola dan berlari menuiu garis gawang lawan.
Dua
abad kemudian, Sepakbola Rugby telah berevolusi menjadi salah satu
olahraga paling populer di dunia, dimana jutaan orang bermain,
menyaksikan, dan menikmati permainan Rugby.
Rugby memiliki etiket
yang terjaga selama bertahun-tahun. Tidak hanya dimainkan berdasarkan
pada peraturan, akan tetapi dengan semangat peraturan.
Melalui
disiplin, penguasaan diri, serta menghargai orang lain, dapat
menumbuhkan naluri persahabatan dan sikap fair play, yang menegaskan
bahwa Rugby adalah sebuah permainan yang sehat. Mulai dari halaman
sekolah sampai Piala Dunia Rugby, Persatuan Rugby menawarkan pengalaman
yang unik dari keterlibatan akan permainan Rugby.
Referensi:
http://www.undiksha.ac.id/fok/?md=mn&kid=188&act=view&mi=141&li=0
Sejarah SEA Games (Pesta Olahraga Asia Tenggara)
Sea Games diadakan setiap dua
tahun sekali dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan
pertandingan di SEA Games dibawah naungan Federasi Olahraga Asia Tenggara
(Inggris: Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari
Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).
Mengenai sejarah SEA Games
berhubungan erat dengan Southeast Asian Peninsular Games atau SEAP
Games. SEAP Games dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, pada saat itu
Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand. Tujuannya adalah untuk
mengeratkan kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara di kawasan
ASEAN.
Thailand, Burma (sekarang Myanmar), Malaysia, Laos,
Vietnam dan Kamboja (dengan Singapura dimasukkan kemudian) adalah
negara-negara pelopor. Mereka setuju untuk mengadakan ajang ini dua
tahun sekali. Selain itu dibentuk juga Komite Federasi SEAP Games.

Sea
Games sebelumnya dikenal sebagai Pesta Olahraga Semenanjung Asia
Tenggara atau SEAP Games. Pada tanggal 22 Mei 1958, delegasi dari
negara-negara di semenanjung Asia Tenggara menghadiri Asian Games ke-3
di Tokyo, Jepang mengadakan pertemuan dan sepakat untuk membentuk sebuah
organisasi olahraga.
SEAP Games pertama diadakan di Bangkok
12-17 Desember 1959 yang terdiri lebih dari 527 atlet dan pelatih atau
manajer dari Thailand, Burma, Malaya (sekarang Malaysia), Singapura,
Vietnam dan Laos yang berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga.
Pertandingan
terakhir yang diadakan adalah Sea Games 2009 (berjalan 9-18 Desember)
yang merupakan pertama kalinya diadakan diLaos. Saat yang sama juga
diperingati perayaan ke 50 tahun SEA Games, di Vientiane, Laos. Tuan
rumah berikutnya untuk Sea Games 2011 Tenggara adalah Indonesia. Pesta
olahraga ini dimulai dan berkembang sebagian besar lancar sehingga
pujian dan kesan baik diungkapkan oleh banyak atlet, pejabat olahraga
dan pers- karena Laos dan negara yang tergabung di Asia Tenggara telah
berhasil menjadi tuan rumah Sea Games.
Sumber:
http://www.forumkami.net/sejarah/126125-sejarah-sea-games.html
http://palembangnews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=131&Itemid=33
Sejarah Sandal Jepit Atau Sandal Jepang
Sandal jepit atau sandal Jepang
adalah sandal berwarna-warni dari karet atau karet sintetis. Tali sandal
berbentuk huruf "v" menghubungkan bagian depan dan bagian belakang
sandal. Bagian bawah sandal umumnya rata (tidak memiliki hak), sedangkan
bagian atas sandal tidak memiliki penutup.
Sandal jepit
dipakai dengan meletakkan poros bagian depan tali sandal di antara ibu
jari dan telunjuk kaki, sehingga tidak terlepas sewaktu dipakai
berjalan. Selain dipakai di dalam ruang atau kamar mandi, sandal jepit
digunakan di luar rumah pada kesempatan tidak resmi, dan kegiatan
rekreasi seperti di pantai atau kolam renang.

Sandal
jepit juga disebut sandal swallow.Sandal pertama yang diciptakan
manusia berasal dari Mesir. Sandal itu terbuat dari kayu dan daun
papirus. Untuk mencetak sol sandal, mereka mencetak bentuk kaki di atas
pasir pantai.
Nama tersebut berasal dari salah satu merek sandal
jepit. Havaianas adalah merek sandal jepit eksklusif dari Brazil.
Perusahaan ini memulainya pada tahun 1962 dengan memproduksi sandal
mirip zōri, namun dibuat dari karet.
Setelah era Mesir, sandal
generasi kedua adalah milik Yunani. Modelnya disesuaikan dengan kegiatan
yang mereka lakukan, seperti untuk jalan-jalan, pesta, atau dipakai di
rumah. Sandal bagi bangsa Yunani juga mencerminkan status dan kelas
sosial si pemakai.
Sandal generasi ketiga adalah sandal Romawi
yang diadopsi dan diadaptasi dari gaya sandal Yunani. Salah satu ciri
khas sandal hasil modifikasi Romawi adalah penggunaan bahan kulit, tali
pengikat yang dililit sampai betis, dan sol tebal dari kulit.
Dengan
sandal model ini (disebut caligae), para prajurit Romawi atau gladiator
bisa berperang dengan nyaman dan bebas. Kaum perempuan zaman Romawi
umumnya memakai sandal dari kain.
Dalam perkembangannya, alas
atau sol sandal dibuat dari gabus. Bagian penutupnya dari kulit yang
dijahit dengan bagian atasnya. Bagian jari kaki dibiarkan terbuka,
dilengkapi sabuk atau tali agar tak mudah lepas dari kaki pemakai. Sol
sandal juga dibuat dari karet, plastik, kayu, ban bekas, anyaman tali,
atau anyaman rumput.
Bagian tumit (hak) sandal untuk perempuan umumnya dibuat lebih tinggi daripada bagian depan.
Dalam
bentuk paling sederhana, sandal dengan penutup di bagian punggung dan
jemari tetapi terbuka di bagian tumit dan pergelangan kaki disebut
selop.
Ada pula sandal jepit atau sandal Jepang yang
berwarna-warni dan terbuat dari karet atau plastik, dengan tali penjepit
berbentuk huruf ”V” untuk menghubungkan bagian depan dengan belakang
sandal.
Sandal dari ban bekas disebut sandal bandol. Ini kependekan dari ban bodhol atau ban bekas.
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sandal_jepit
http://mudaers.com/index.php?option=com_content&view=article&id=159:sejarah-sandal&catid=32:muda-cetak&Itemid=47
Langganan:
Postingan (Atom)
