Selasa, 27 Maret 2012

"Cuma kata" seperti ini gua bisa di buat nangis"

Bayangkan satu peristiwa yang tidak dapat menahan air mata untuk jatuh berlinang, satu peristiwa bahagia dimana Anda dapat berkumpul dengan orang-orang yang begitu Anda cintai.
Hadirkan sosok seorang wanita yang rela berdesak-desakan ketika membelikan Anda pakaian ketika lebaran. Seorang wanita yang rela tidur semalaman karena menunggui Anda disaat Anda kecil. Seorang wanita yang rela menggadaikan nyawanya agar Anda tetap hidup ketika melahirkan Anda. Seorang wanita yang tidak pernah meminta balas budi sedikit pun dari segala kelelahan dan pengorbanannya. Seorang wanita yang mungkin sampai hari ini belum sempat Anda bahagiakan. Seorang wanita yang sangat berharap anda bisa menjadi bagian dari kebahigaan dalam hidupnya.

Hadirkan seorang wanita bernama Ibu yang selama ini mungkin sering kita tidak pedulikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita abaikan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini sering kita remehkan. Hadirkan seorang wanita bernama ibu yang mungkin selama ini tidak pernah kita hargai pengorbanannya. Hadirkan seorang ibu yang selama ini menginginkan kebahagiaan untuk Anda dalam desahan do’a-do’a malamnya. Dalam butiran-butiran air matanya dan dalam kesedihannya memikirkan kebahagiaan untuk diri Anda. Seorang wanita yang berharap Anda dapat menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang dapat menyelematkan mereka di akhirat. Ketika tidak ada yang mampu menyelematkan kecuali anak yang sholeh dan sholehah.

Sekarang hadirkan seorang laki-laki yang selama ini telah berkorban banyak untuk Anda, seorang laki-laki yang bernama Ayah. Yang rela kerja keras siang dan malam hanya agar Anda bisa bersekolah, kuliah dan dapat pendidikan yang layak seperti teman-teman anda yang lain. Seorang laki-laki yang tidurnya tidak pernah nyenyak, karena memikirkan pakaian Anda yang sudah tidak layak pakai lagi. Dan memikirkan biaya sekolah yang harus dibayarnya besok pagi. Yang bekerja dengan ikhlas dan jujur karena tidak rela anaknya diberikan makanan yang haram walaupun sedikit.

Hadirkan sosok Ayah Anda yang selama ini yang mungkin Anda jarang dapat membantunya, meringankan pekerjaan-pekerjaannya. Yang selama ini mungkin Anda sering menuntut banyak diluar kemampuannya.

Apakah anda tidak ingin membuat mereka bahagia suatu saat nanti? Sebelum bendera kuning tertambat di jalan-jalan menuju rumah Anda? Sebelum memberikan hadiah pakaian untuk yang terakhir kalinya yaitu kain kafan. Sebelum kita mengecup kening dan tangannya untuk yang terakhir kali, sebelum kita menghantarkannya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Apakah anda tidak ingin membuat mereka tersenyum bahagia melihat Anda telah menjadi anak kebanggaannya dari anak-anak yang pernah dilahirkan dan dididiknya? Apakah anda tidak ingin satu saat nanti bisa menggendong ibu Anda dari Shofa ke Marwa, menghantarkan ayah Anda untuk mencium Batu Hajar Aswad bersama-sama? Dan meminumkan air zam-zam langsung dari sumbernya, mungkin itu impian dan harapan besar mereka kepada diri Anda. Dan mereka ingin Anda pun menjadi amal jariah bagi mereka. Apakah Anda tidak ingin menyelamatkan mereka nanti di akhirat?

Jadilah yang terbaik hari ini. Belajar terus jangan pernah menyerah, berjuanglah untuk harapan besar orang-orang yang mencintai Anda. Jadilah bukti jangan menunggu bukti, kalau tidak oleh kita maka siapa lagi. Jika tidak sekarang ini kapan lagi. Dan jika tidak disini dimana lagi. Lakukan yang terbaik!


*diambil dari buku saku motivasi karangan Mas Arif Dahsyat

Kamis, 01 Maret 2012

JELANG CARDIFF VS LIVERPOOL: Menuju Kisah Sukses

JELANG CARDIFF VS LIVERPOOL: Menuju Kisah Sukses

LONDON–Mengubah masa sulit menjadi kisah sukses! Itulah tekad yang diusung Liverpool ketika menghadapi Cardiff City pada final Piala Liga di Stadion Wembley, Minggu (26/2/2012).
Liverpool memasuki musim ini dengan optimisme tinggi, melakukan investasi besar terkait penambahan amunisi dalam skuat mereka. Namun di awal musim keyakinan mereka begitu cepat luntur karena hasil mengecewakan di Liga Premier. Kini, dengan posisi mereka di peringkat tujuh klasemen liga menjadi gambaran kemustahilan merebut gelar juara liga.
Namun kekecewaan di liga dibayar Liverpool dengan penampilan impresif di ajang kompetisi berlabel cup. Tak hanya mengalahkan Manchester United di Piala FA dan kini telah mendapatkan tiket ke perempat final, Liverpool juga mengeliminasi Chelsea dan Manchester City  yang membawa mereka mencapai final Piala Liga.
Manajer Liverpool, Kenny Dalglish mengatakan kemenangan di Piala Liga akan membantu timnya mengubah musim sulit menjadi kisah sukses. “Kami menatap peluang besar di hadapan kami untuk membuat musim ini menjadi relatif sukses,” ujar Dalglish di situs klub liverpoolfc.tv seperti dilansir Reuters.
“Kami telah berada di final Piala Liga, berada di perempat final Piala FA dengan menghadapi Stoke City di kandang (bulan depan) dan akan menjalani sejumlah pertandingan penting di liga. Ini bisa menjadi musim yang mengasyikkan bagi semua orang,” imbuh dia.
Bentrok di akhir pekan ini akan menjadi penampilan pertama The Reds, julukan Liverpool, di stadion baru Wembley sejak dibuka kembali di 2007. Duel kontra Cardiff juga menawarkan peluang bagi pasukan Merseyside Merah mengakhiri paceklik gelar selama enam tahun.
Dalam pandangan Dalglish, Liverpool sekarang ini begitu berbeda dengan saat kali pertama dia di tiba di Anfield di 1977. “Ketika saya datang ke klub sebagai seorang pemain, saya mungkin menjadi satu-satunya yang datang di tahun itu,” kata Dalglish.
“Saya berjalan lurus menuju kesuksesan nyata klub yang memenangi liga, berada di final Piala FA dan memenangi kejuaraan Eropa. Semuanya telah dirancang, semua telah ada di sana. Sekarang menjadi sebuah pekerjaan yang perlu terus dikembangkan, namun standar yang ditetapkan begitu tinggi,” imbuh Dalglish.
“Kami tidak berada dalam standar itu ketika saya kembali ke sini sebagai manajer (tahun lalu). Kami harus berusaha dan berada di level itu.” Dan menjelang duel ini, Dalglish dihadapkan dengan dilema mengenai pemilihan pemain dengan kembalinya gelandang serang Craig Bellamy dan bek Daniel Agger yang telah pulih dari cedera punggung.
Bellamy tampil luar biasa yang membantu Liverpool mencapai final turnamen domestik dalam enam tahun terakhir. Kehadirannya menghadapi Cardiff yang merupakan klub lawasnya juga diyakini bisa memberi kontribusi menarik bagi The Reds. Tapi dia harus berkompetisi dengan Stewart Downing untuk mendapatkan tempat di pertandingan ini.
Ketersediaan Agger juga akan berdampak pada prospek Jamie Carragher tampil sejak awal di Wembley. “Selalu sulit meninggalkan pemain dan itu menjadi sebuah pujian besar bagi para pemain karena mereka telah bermain bagus. Setiap orang dari mereka berkompetisi dan ingin bersaing mendapatkan posisi di tim. Tidak menyenangkan meninggalkan siapa pun.”
Adapun tim Championship, Cardif,  kembali ke Wembley untuk kali keempat dalam empat tahun, catatan yang di dalamnya termasuk kekalahan 0-1 dari Portsmouth di final Piala FA 2008. Manajer Cardiff, Malky Mackay berharap bisa mengecewakan Liverpool.
“Kami adalah tim underdog dan sembilan dari 10 tim underdog menelan kekalahan . Namun ini peluang baru. Para pemain memiliki komitmen, determinasi tinggi dan mengurangi ego. Mereka bekerja keras dan mereka fokus pada pertandingan berikutnya,” kata Mackay.
“Setiap hari saya akan bahu membahu dengan setiap orang dalam skuat saya. Mereka akan memenangi setiap pertandingan,” imbuh Mackay.